Sepertiga Akhir Kehidupan
Seri Tulisan

Sepertiga Akhir Kehidupan

Kumpulan artikel dalam seri ini.

15 Artikel

Memaafkan Diri Sendiri

Saya pernah marah pada banyak hal —pada keadaan, pada orang lain, pada waktu, bahkan pada Tuhan.Tapi yang paling lama saya marahi... adalah diri saya sendiri. Saya pernah merasa bodoh karena salah mengambil keputusan.Pernah menyesali kenapa dulu tidak memilih jalan yang...

Baca Selengkapnya →

Ada Hikmah dalam Hal yang Tidak Saya Dapatkan

Dalam hidup, saya pernah menginginkan banyak hal.Ada yang saya usahakan sungguh-sungguh, ada pula yang saya doakan terus-menerus.Sebagian berhasil saya raih. Tapi sebagian lagi… tidak pernah saya dapatkan. Dulu, kegagalan meraih sesuatu membuat saya kecewa.Saya bertanya-tanya, “Apa kurangnya usaha saya? Kenapa...

Baca Selengkapnya →

Aku Pernah Gagal Besar (Dan Tidak Apa-Apa)

Aku pernah gagal.Bukan sekali dua kali bahkan berulangkali. Tapi yang paling membekas adalah saat aku benar-benar jatuh—secara finansial, emosional, dan juga keyakinan diri. Ada masa ketika usaha yang aku bangun dengan semangat dan harapan tinggi, runtuh dalam waktu yang menyakitkan.Uang...

Baca Selengkapnya →

Tubuh Ini Tak Lagi Muda, Tapi …

Saya tidak bisa membohongi usia.Kaki tak lagi sekuat dulu, fisik tak lagi seprima dulu.Dulu satu hari bisa penuh dengan aktivitas, sekarang harus diselingi duduk, istirahat, atau sekadar menarik napas dalam-dalam. Tubuh ini tak lagi muda, memang.Tapi itu bukan berarti saya...

Baca Selengkapnya →

Tidur Nyenyak Lebih Berharga dari Capaian

Ada masa dalam hidup saya, di mana tidur nyenyak terasa seperti kemewahan.Bukan karena tidak punya kasur yang empuk, tapi karena pikiran terus terjaga.Target kerja, cicilan, tekanan — semua berkumpul di kepala.Tubuh rebah, tapi hati masih berlari. Waktu itu, saya menganggap...

Baca Selengkapnya →

Sakit Sedikit, Tapi Banyak Bicara

Dulu, ketika badan terasa pegal, saya tinggal minum obat atau tidur sebentar.Bangun tidur, segar kembali.Tapi sekarang, sakit sedikit saja... terasa lama.Masuk angin butuh dua hari. Pundak kaku tak kunjung reda.Dan punggung seakan tahu kapan saya duduk terlalu lama — dia...

Baca Selengkapnya →