Dulu, pagi-pagi adalah lomba.
Lomba dengan waktu, dengan alarm yang kadang tidak sempat dimatikan, sebagian orang sibuk dengan urusan anak-anak sekolah, kemacetan, lalu setumpuk kerjaan. Bahkan secangkir kopi di rumahpun kadang hanya diseruput separuh — sisanya dingin di meja, terlupakan. Continue reading



