#1 – Bicara di Depan Umum, Kenapa Menakutkan?

“Kalau disuruh berdiri dan bicara di depan orang banyak, rasanya kaki gemetar, suara bergetar, dan pikiran kosong…”

Kalimat seperti itu sering saya dengar. Dan saya sendiri pernah bahkan sering mengalaminya. Bicara di depan umum memang menakutkan bagi banyak orang. Bahkan orang yang sehari-hari cerewet pun bisa langsung gugup saat diminta menyampaikan sepatah dua patah kata di depan forum, pengajian, atau rapat warga. Apalagi jika selama hidupnya memang jarang diberi kesempatan bicara.

Bahkan dalam rapat RT ibu-ibu, suasananya bisa sangat hidup saat sedang ngobrol santai, cerita ke sana-sini, penuh tawa. Tapi begitu rapat dimulai dan ada yang diminta memberi usul, menyampaikan pandangan, apalagi memimpin jalannya acara, suasana mendadak berubah sunyi. Banyak yang mendadak gugup, diam, atau saling tunjuk karena merasa tidak sanggup bicara di depan umum.

Tapi… mari kita mulai dengan satu kenyataan penting:

rasa takut itu wajar. Bahkan sangat manusiawi.

Berikut beberapa alasan umum yang membuat kita takut:

  1.  Takut Salah Bicara “Bagaimana kalau saya keliru ngomong?” Kita takut dianggap bodoh atau tidak sopan.
  2.  Takut Dilihat Banyak Orang. Rasanya seperti semua mata menatap kita. Padahal belum tentu mereka benar-benar memperhatikan sedetail itu.
  3.  Takut Suara Gemetar atau Tersendat. Kita merasa akan dipermalukan. Padahal, justru orang sering simpati saat kita gugup, bukan menghina.
  4.  Takut Lupa Apa yang Mau Dikatakan. Pikiran jadi kosong. Tapi ini ternyata bisa dilatih dengan teknik sederhana.
  5.  Takut Dinilai Buruk. “Saya bukan ustaz, bukan guru, bukan siapa-siapa. Apa pantas saya bicara?”

Ini perasaan yang paling banyak menghalangi kita. Merasa tidak punya hak bicara karena bukan orang penting.

Berbicara di depan umum itu bukan bakat, tapi keterampilan. Dan kabar baiknya: keterampilan bisa dilatih, meskipun Anda sudah usia 30, 40, bahkan 60 tahun.

Bayangkan seperti belajar naik sepeda: pertama kali mungkin jatuh, tapi lama-lama bisa. Begitu pula dengan berbicara. Awalnya gugup, tapi makin sering dilatih, makin lepas dan percaya diri.

Saya sendiri dulunya bukan orang yang terbiasa tampil. Tapi karena beberapa kali “terpaksa” bicara, lalu pelan-pelan mencoba lagi, akhirnya jadi terbiasa. Tidak langsung hebat. Tapi cukup untuk menyampaikan maksud dengan tenang.

Orang umumnya tidak mencari pembicara yang sempurna. Mereka lebih menghargai orang yang tulus, jujur, dan berbicara dari hati.

Jadi, kalau Anda pernah diminta bicara lalu menolak karena gugup, itu biasa. Tapi jangan biarkan itu terus membatasi diri. Kita akan belajar bersama, pelan-pelan, bagaimana caranya tampil dan menyampaikan sesuatu dengan percaya diri.

Pada tulisan berikutnya, saya akan ceritakan pengalaman pribadi saya saat pertama kali tampil. Supaya Anda tahu bahwa gugup itu bukan akhir, itu justru langkah awal.

Jadi, jangan takut gagal saat bicara. Takutlah jika Anda tidak pernah mencoba