#3 – Siapa Bilang Orang Biasa Tak Bisa Bicara di Depan Umum?

Salah satu penghalang terbesar orang awam untuk tampil bicara adalah perasaan rendah diri. “Ah, saya cuma orang biasa…”
“Bukan ustaz, bukan guru, bukan penyuluh, bukan motivator…, orang yang tak pernah belajar komunikasi”
“Ngomong apa coba saya ini?”

Padahal justru orang biasa-lah yang paling bisa menyentuh hati orang lain. Kenapa? . Karena kata-kata mereka lebih jujur, lebih nyata, dan lebih
bisa dirasakan.
Banyak orang sebenarnya punya sesuatu untuk disampaikan, hanya saja mereka bingung harus mulai dari mana. Saya pernah menyaksikan seorang bapak
dalam rapat kecil yang ingin bertanya tapi terlihat ragu. Ia membisiki saya , “Mas, tolong tanyakan ini ya, saya malu.”

Tapi saya balas dengan senyum, “Bapak saja yang tanya, pasti bisa.” Setelah sedikit tarik-ulur, akhirnya beliau angkat tangan sendiri.

Awalnya memang terlihat gagap, suaranya pelan, tangannya gemetaran. Tapi siapa sangka, pertanyaannya justru jadi pemantik diskusi hangat.

Saya belajar satu hal dari situ: keberanian itu sering muncul bukan karena kita yakin, tapi karena kita nekat melangkah dulu. Dan ternyata, momen-momen kecil
seperti bertanya dalam rapat justru bisa jadi awal latihan yang berharga untuk bicara di depan umum.

Yang Dibutuhkan ternyata cuma satu,yaitu Niat

Tidak ada syarat akademis untuk berbicara di depan umum. Yang dibutuhkan hanya niat baik untuk berbagi atau menyampaikan, sedikit keberanian untuk mencoba, kesediaan belajar dari kesalahan. Bahkan kalau Anda hanya ingin menyampaikan satu pesan sederrhana, misalnya mengajak warga menjaga kebersihan, atau menyemangati ibu-ibu majelis taklim, itu sudah cukup.

Mereka mungkin tidak sempurna, tapi mereka nyata. Dan yang nyata itulah yang paling dibutuhkan oleh banyak orang hari ini. Jangan Menunggu Jadi Hebat untuk Bicara. Bicara-lah, Maka Anda Akan Jadi Hebat

Anda tidak perlu menunggu punya suara merdu, gaya presentasi keren, atau gelar akademik. Cukup bawa hati yang jujur, dan sampaikan yang Anda tahu , walau hanya sedikit.

Karena kadang, satu kalimat dari Anda bisa mengubah hari seseorang.