#8 – Untuk Anda yang Mulai Berani Bicara..

Selamat! Jika Anda sudah sampai di titik ini, berarti Anda tidak lagi sekadar berpikir untuk bicara, tapi mulai benar-benar berani mencobanya.

Namun, setelah mulai tampil, biasanya muncul tantangan-tantangan baru. Seperti:
“Bagaimana kalau saya lupa?”
“Bagaimana kalau ada yang bertanya dan saya tidak bisa jawab?”
“Bagaimana kalau tiba-tiba pikiran blank?”
Tenang. Anda tidak sendiri. Dan semuanya bisa diatasi dengan tips ringan berikut.

1. Kalau Lupa, Santai Saja
Anda sedang bicara… tiba-tiba lupa kalimat selanjutnya. Ini hal yang sangat biasa. Apa yang bisa Anda lakukan?
Hentikan sejenak. Tarik napas. Ucapkan, “Maaf, saya agak lupa tadi sampai mana…”

Ulangi poin sebelumnya untuk memancing ingatan. Jika tetap lupa, lanjutkan ke bagian yang Anda ingat. Orang tidak menilai Anda dari satu lupa, tapi dari cara Anda menghadapinya dengan tenang.

2. Kalau Ada yang Bertanya, dan Anda Tidak Tahu Jawabannya
Kadang setelah Anda bicara, seseorang bertanya, “Lalu bagaimana kalau…?” . Dan Anda bingung.

Apa yang bisa Anda katakan?
“Wah, pertanyaannya menarik, tapi saya belum punya jawabannya. Boleh kita diskusikan nanti?”
“Itu sebenarnya di luar topik saya, tapi saya bisa bantu cari tahu.”
Justru, mengakui bahwa Anda belum tahu menunjukkan kejujuran dan kerendahan hati — dua hal yang sangat dihargai dalam komunikasi.

3. Kalau Tiba-Tiba Blank

Pikiran kosong, suara hilang, dan Anda merasa beku di tengah-tengah pembicaraan.

Apa yang bisa dilakukan? Ambil jeda. Tatap hadirin sebentar. Tersenyum kecil.
Ucapkan:

“Mohon maaf, saya agak grogi tadi.” atau “Tiba-tiba saya lupa apa yang mau saya lanjutkan. Tapi tidak apa-apa…”

Setelah itu, lanjutkan dari poin yang paling Anda ingat.

Bahkan pembicara berpengalaman pun bisa mengalami hal ini. Yang membedakan adalah: mereka tetap melanjutkan.

4. Jika Suara Bergetar atau Tangan Berkeringat
Itu tanda bahwa Anda sedang tumbuh. Semakin sering Anda tampil, tubuh akan belajar menyesuaikan. Jangan tahan getaran atau gugup itu — terima saja. Dan fokuslah pada pesan yang ingin Anda sampaikan, bukan pada rasa gugupnya.

5. Evaluasi Diri Setelah Bicara

Setiap kali Anda selesai berbicara, jangan langsung menilai diri terlalu keras. Tanyakan saja 3 hal ini:
1. Apa yang sudah saya lakukan dengan baik?
2. Apa yang bisa saya perbaiki di lain waktu?
3. Apa yang ingin saya coba berbeda di kesempatan berikutnya?

Jangan bandingkan diri Anda dengan pembicara lain. Bandingkan dengan versi Anda sebelumnya. Apakah hari ini lebih baik dari yang kemarin?

Jangan tunggu sampai tidak gugup , karena itu mungkin tak akan datang. Tapi setiap kali Anda bicara meski gemetar, Anda sedang menang.

Dan lambat laun, Anda bukan hanya mampu bicara… Tapi juga menginspirasi orang lain untuk berani.